Snorkling, yups di telinga orang yang bisa berenang dan bahkan yang “cinta” dengan air pasti menjadi opsi menarik menikmati laut. But gimana dong buat yang ga bisa renang? tenang….. Tuhan tuh adil menciptakan alam buat dinikmati semua umat ciptaanNya. Dicerita kali ini jug banyak kok temenku yang ga bisa renang tapi berani snorkling, yaps kuncinya berani dan percaya. Langsung ada deh capcusss
Sabtu, 22 Februari 2020 adalah hari dimana kami berangkat ke Gili Labak. Trip kali ini agak beda soalnya kita pakai tour yang mengatur itinerary kami selama disana. singkat cerita kami ber 14 berkumpul di kantor kami tercinta yang membuat kita bisa nge-trip kayak gini, meskipun pakai uang pribadi sih wkwkwk but it’s okay. Namanya aja private trip bukan gathering kantor. pukul 22.30 WIB Kami sudah berkumpul dan yass tepat jam 23.00 WIB kendaraan kami sudah tiba and FYI kami ber cuma ber 14 tapi kami dapet kendaraan berkapasitas 20 orang karena yang kapasitas 16 sudah abis, dan ya pasti kita seneng dong space di kendaraan udah pasti tambah luas.

Pukul 2 pagi atau tepatnya 02.16 WIB kami sampai di pelabuhan Tanjung, Sumenep. sampai disana kami di disediakan tempat bersistirahat yang dalam itinerary ditulis “Rumah Singgah” tapi jangan berekspektasi terlau tinggi ya rumah singgah ini kita cuma dapat bagian teras rumah dan disediakan tikar sebagai alas tidur. yahh namanya udah capek ya kita mah langsung tidur aja wkwkwk dasar kebo.
Pukul setengah 5 pagi kami sudah bangun karena itinerary yang tertulis jam 5 sudah menyebrang ke pulau Gili Genting, yahh tapi kami di PHP nih. Pukul 05.36 WIB seorang guide lokal baru menemui kami dan berkata pukul 6 pagi kami baru berangkat. Mendengar hal itu kami pun ada mulai persiapan dari mulai ganti baju sampai makan snack karena yaa laper dong apa lagi alesannya. Tepat pukul t6 kami berjalan kaki dari rumah singgah ke dermaga pelabuan dan kami naik kapal kayu but not “Pinisi” sebagai moda transportasi kami selama tour berlangsung, FYI nih nama guide kami mas Rahmat. Selama perjalanan kami disuguhkan pemandangan hamparan luas laut dan perubahan warna air dari coklat saat di pelabuhan biru tua di tengah laut biru muda hingga akhirnya kami melihat pulau Gilli Genting. Yaps, ini tujuan pertama kami untuk makan, beraktivitas air jika mau karna disini ada banana boat gitu tapi kita ga main sih, oh ya namanya emang Gili Genting tapi itu nama pulaunya dan nama pantainya tuh Pantai Sembilan karena bentuknya mirip angka 9, disini kami cuma sarapan dan ber swafoto sampai akhirnya kami berangkat lagi menuju tujuan utama trip ini Pulau Gili Labak.

2 jam yahhh kurang lebih itu waktu yang kami tempuh untuk sampai di pulau Gili Labak. Yaaaa i know it, itu emang waktu yang cukup lama buat diatas kapal wkwkwk itulah kenapa ada beberapa dari kita yang sleeping beauty. Sebenernya cukup boring juga sih karena mesin kapal yang berisik banget karena motor penggeraknya masih pakai mesin diesel dongfeng jadi ga bisa karaoke diatas kapal deh padahal udah siap JBL. Agak membandingkan sih tapi waktu dulu aku snorkling di Gili Ketapang dan Pulau Bawean-Menjangan juga pakai kapal kayu kayak gini tapi suara mesinnya ga seberisik ini deh kita aja masih bisa karaoke modal pakai speaker JBL GO, nah di kapal ini semua harapan itu musnah hahaha.

Singkat cerita nih sampai di Pulau salah satu temen kami El turun dan memilih berjemur dipantai dari pada ikuta snorkling hahaha emang dasar manusia ini emang out of the box. Setelah El turun kami langsung berangkat menuju spot snorkling. Dannnnn kami sampai di spot snorkling nya dan sebelum kami mulai snorkling ini nih yang aku respect meskipun kami bisa dikatakan wisata “alakadarnya” but always safety first mas Rahmad melakukan briefing tentang aturan, cara menggunakan mask dan snorkel serta area snorkling. Setelah briefing selesai kami pun byurrrrrr berenang. yah tepat kayak prolog diatas kalian yang gabisa renang bisa tenang karena disediakan life jacket alias pelampung untuk tetap bisa menikmati keindahan bawah laut disini. terumbu karang disini emang tidak terlau Wah banget jadi jangan dibandingin sama Raja Ampat apalagi Bunaken, soalnya ketika aku dive sih emang terlihat kalau terumbu karang disini baru di konservasi kelihatan dari bibit terumbu yang terpasang di rangka-rangka besi yang ditelakkan di bawah. tapi tenang disini sudah banyak jenis ikan beraneka warna yang bisa memanjakan mata kalian. oh ya karena bayak ikan jangan lupa bawa roti atau biskuit ya biar ikannya mau nyamperin kalian.
Kurang lebih 2 jam Kami Snorkling dan kami memutuskan untuk kembali ke pulau Gili Labak untuk beristirahat sejenak dan berfoto-foto serta menjemput satu domba yang hilang yaitu El. Kami benar-benar beruntung karena saat ini Gili Labak Lagi sepi mungkin karena ini musim hujan dan mungkin banyak orang yang berfikir bahwa musim hujan adalah “petaka” jika ke laut. jadi di pulau ini sepi banget sehingga kami bisa berfoto-foto sepuasnya tanpa takut ada foto bomb karena ada objek atau orang lain yang masuk frame foto kita. dan tentu saja Tuhan juga mendukung kami sebab langitnya cerah banget awan dan birunya langit benar-benar kontras dan indah banget. Ga heran dong kebanyakan dari kami langsung jadi model dadakan wkwkwk, nih langsung aja nikmati fotonya.

Spot Jembatan tanpa railing 
Rio nihh 
Icha si anak Jogja 
Spot Jembatan dengan railing 
Fani si galauers 
Rosa si pencetus trip
Dan karena cuaca udah cukup panas akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke pelabuhan Tanjung untuk makan siang, mandi serta istirahat sejenak sebelum pulang yashhh view sebagus apapu kalau laper mah jadi ga fokus. sebelum pulang tak lupa kami berfoto di depan sign pulau Gili Labak bersama. Pukul 13.00 WIB kami berlayar kembali ke pelabuhan. Selama perjalanan banyak dari kami yang tidur karena seperti yang saya ceritakan sebelumnya cukup boring diatas kapal. Sampai di Sumenep kami dijamu makan siang berupa Soto ayam. setelah makan dan mandi lalu kami berkemas dan akhirnya pulang ke Surabaya.

yaps karena udah ada di akhir cerita kayak pembahasan di akhir cerita lainnya. Biaya untuk tour ini Rp. 240.000,00/orang dengan jumlah peserta 14 orang. FYI jika kalian menggunakan jasa private trip semakin banyak orang akan semakin murah biaya yang anda keluarkan per orangnya. oh ya biaya diatas sudah all in yaaaa transport Elf dari Surabaya-Sumenep PP, Kapal, Tour guide, biaya masuk wisata, makan 2x (sarapan dan makan siang), dokumentasi.
Sekian ceritaku tentang trip Gili Labak jangan lupa follow instagram adityadjunaidi. nantikan update cerita lainnya kalau ga males nulis. babaiiiiii




















